Ahmad Irfan selaku Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk (BJBR) mengungkapkan persentase tersebut saat mengumumkan kinerja keuangan Perseroan triwulan II tahun 2016 dalam acara Analyst Meeting 2Q 2016 yang bertempat di Hotel Ritz Carlton SCBD, Jakarta, Kamis (28/7). seluruh jajaran Direksi, Dewan Komisaris serta tamu undangan yang merupakan analis-analis pasar modal maupun pihak-pihak yang berkepentingan lainnya juga hadir dalam acara tersebut.
Ahmad Irfan menjelaskan bahwa bank bjb selain sebagai lembaga perbankan yang menjalankan fungsi intermediasi, berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit yang cukup baik yakni mencapai 15.2% (y-o-y). Selain melakukan ekspansi, bank bjb juga berhasil menurunkan rasio kredit bermasalah (NPL) menjadi sebesar 2.0%.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"bank bjb bertekad untuk melanjutkan trend peningkatan kinerja Perseroan di tahun 2016 ini, terlebih saat ini bank bjb telah ditunjuk sebagai salah satu bank persepsi atau Gateway dalam program Tax Amnesty yang digulirkan Pemerintah," tukas Ahmad Irfan.
Selain itu, bank bjb juga meraih penghargaan pada Infobank : Top 4th Listed Bank, Bisnis Indonesia Award - Best Small Cap In Indonesia, Warta Ekonomi Award - Digital Inovation for Banking Regional Development Bank BUKU III, Infobank Banking Service Excellence Awards – 1st Best ATM, Infobank Banking Service Excellence Awards – 10th Best Overall Performance, Investor Daily Award - The Biggest Core Capital for Bank BUKU III, Koran Sindo : Best of The Best Regional Bank, Koran Sindo : The Best CEO, Finance Asia : The Best Small Cap In Indonesia.