Dengan jabatan barunya sebagai Menteri Perdagangan, berarti setiap harinya Enggar harus bergelut dengan harga komoditas bahan pokok seperti beras, daging, bawang, gula hingga garam.
"Saya diberi amanah oleh Presiden Jokowi untuk melakukan stabilisasi harga bahan pangan secepatnya, sesingkat-singkatnya," ujar Enggar usai melakukan serah terima jabatan di Kementerian Perdagangan, Rabu (27/7) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya akan minta waktu berkunjung ke Kementerian Pertanian untuk mendapatkan bahan internal, sehingga dengan demikian kami mendapatkan pemetaan dan bisa berdiskusi dahulu sesudah itu akan ditindaklanjuti oleh seluruh jajaran Kementerian Perdagangan," ujar Enggar.
Sebagai catatan, Kementerian Perdagangan mendapat 32 mandat dalam paket deregulasi jilid I. Salah satunya yakni menyangkut kebijakan penyelesaian impor limbah non B3 yang masuk dalam paket deregulasi dan mengenai ekspor impor migas yang masuk ke dalam paket debirokratisasi.
"Itu pekerjaan yang tidak mudah. Tapi kita harus segera berlari," ujarnya.
Lanjutkan Kebijakan Perdagangan Internasional
Enggar juga mengaku akan mewarisi rumusan Thomas Trikasih Lembong dalam kerjasama perdagangan internasional. Mantan Anggota DPR dari Partai Golkar itu mengaku mendukung jalinan kerjasama perdagangan antara Indonesia- Uni Eropa yang dikemas dalam skema Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA).
"Kami tindaklanjuti dan teruskan, beliau (Lembong) sangat kuat dalam hubungan internasional dan sudah melakukan langkah-langkah yang terbaik, kami akan teruskan," ujarnya.
"Kami tidak mungkin menutup diri dari dunia, kami bersyukur sudah mulai kajian tersebut," jelasnya. (gir)