Mendag Baru Dititah untuk Stabilkan Harga Pangan

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Kamis, 28/07/2016 07:15 WIB
Pria kelahiran Cirebon, 12 Oktober 1951 itu mendapat amanah dari Presiden Joko Widodo untuk menstabilkan harga pangan pokok dalam kurun waktu singkat. Pria kelahiran Cirebon, 12 Oktober 1951 itu mendapat amanah dari Presiden Joko Widodo untuk menstabilkan harga pangan pokok dalam kurun waktu singkat. (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tidur Enggartiasto Lukita, mungkin tidak akan senyenyak malam-malam sebelumnya. Pasalnya, pria kelahiran Cirebon, 12 Oktober 1951 itu langsung mendapat amanah dari Presiden Joko Widodo untuk menstabilkan harga pangan pokok dalam kurun waktu yang singkat.

Dengan jabatan barunya sebagai Menteri Perdagangan, berarti setiap harinya Enggar harus bergelut dengan harga komoditas bahan pokok seperti beras, daging, bawang, gula hingga garam.

"Saya diberi amanah oleh Presiden Jokowi untuk melakukan stabilisasi harga bahan pangan secepatnya, sesingkat-singkatnya," ujar Enggar usai melakukan serah terima jabatan di Kementerian Perdagangan, Rabu (27/7) malam.


Tak ingin banyak membuang waktu, berbekal arahan Jokowi, Enggar akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian guna melakukan konsolidasi data internal terkait komoditas pangan. Pasalnya, selama ini dua kementerian tersebut dinilai kurang harmonis dalam sinkronisasi data pangan sehingga sering berseberangan terkait kebijakan pembukaan keran ekspor maupun impor.

"Saya akan minta waktu berkunjung ke Kementerian Pertanian untuk mendapatkan bahan internal, sehingga dengan demikian kami mendapatkan pemetaan dan bisa berdiskusi dahulu sesudah itu akan ditindaklanjuti oleh seluruh jajaran Kementerian Perdagangan," ujar Enggar.

Mantan Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) periode 1992-1995 juga akan menindaklanjuti implementasi paket kebijakan ekonomi yang menjadi tugas Kementerian Perdagangan. Ia pun akan berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tersebut.

Sebagai catatan, Kementerian Perdagangan mendapat 32 mandat dalam paket deregulasi jilid I. Salah satunya yakni menyangkut kebijakan penyelesaian impor limbah non B3 yang masuk dalam paket deregulasi dan mengenai ekspor impor migas yang masuk ke dalam paket debirokratisasi.

"Itu pekerjaan yang tidak mudah. Tapi kita harus segera berlari," ujarnya.

Lanjutkan Kebijakan Perdagangan Internasional

Enggar juga mengaku akan mewarisi rumusan Thomas Trikasih Lembong dalam kerjasama perdagangan internasional. Mantan Anggota DPR dari Partai Golkar itu mengaku mendukung jalinan kerjasama perdagangan antara Indonesia- Uni Eropa yang dikemas dalam skema Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA).

"Kami tindaklanjuti dan teruskan, beliau (Lembong) sangat kuat dalam hubungan internasional dan sudah melakukan langkah-langkah yang terbaik, kami akan teruskan," ujarnya.

Ia juga mengatakan akan melakukan kajian terkait rencana gabungnya Indonesia dengan blok perdagangan Trans Pasifik (Trans Pacific Partnership/TPP). Meski belum memutuskan bergabung, Enggar mengaku akan mendukung segala bentuk kerjasama internasional yang dianggap memberikan keuntungan bagi Indonesia.

"Kami tidak mungkin menutup diri dari dunia, kami bersyukur sudah mulai kajian tersebut," jelasnya. (gir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK