"Grup Astra mengalami penurunan pendapatan bersih di sektor alat berat, dan pertambangan, serta agribisnis. Sementara, kontribusi bersih dari Toyota sales operation juga menurun setelah restrukturisasi model distribusi dua tingkat (two-tiered) berlaku efektif pada awal tahun ini," ujar Prijono Sugiarto, Direktur Utama Astra International, dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (29/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga komoditas mempengaruhi sektor alat berat, kontraktor pertambangan serta operasional agribisnis dan kenaikan signifikan pada pada provinsi kerugian atas pinjaman yang diberikan pada Permata Bank yang berujung terhadap menurunnya kontribusi dari sektor bisnis jasa keuangan," jelasnya.
Apabila dilihat, dari tujuh sektor bisnis yang dimiliki Astra, sektor otomotif menyumbang laba bersih tertinggi sebesar Rp3,86 triliun atau tumbuh 13 persen dibandingkan sebelumnya Rp3,42 triliun. Sementara, kontribusi terendah berasal dari sektor teknologi informasi yang turun tiga persen menjadi Rp73 miliar dari sebelumnya Rp75 miliar.