"Hingga akhir Juli, kemajuan EPC fasilitas produksi Matindok mencapai 91,34 persen dan sudah memasuki tahap pre-commissioning,” ujar Rony Gunawan, Direktur Utama Pertamina EP, Jumat (29/7).
Menurut Rony, mulai berproduksinya CPP Matindok akan meningkatkan jumlah produksi gas nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saat ini, Pertamina EP mengoperasikan dua CPP yaitu Gundih di Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah dengan kapasitas produksi gas mencapai 50 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan CPP Donggi di Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah dengan kapasitas produksi gas mencapai 50 MMSCFD,
Kemudian untuk lapangan – lapangan yang memiliki potensi gas tinggi antara lain Subang Field dengan kapasitas produksi sekitar 300 MMSCFD dan Asset 2 terutama di Pendopo Field sekitar 440 MMSCFD.
Untuk bisa mengoptimalkan proyek pengembangan gas dari lapangan-lapangan tersebut, Pertamina EP mempersiapkan tenaga kerja yang ahli di bidang pengolahan gas.
“Tujuannya agar dalam menjalankan bisnis tersebut kami bisa lebih efektif dan efisien,” jelasnya.
Berly Martawardaya, Pengamat Energi Universitas Indonesia mengatakan, peningkatan pasokan gas di Indonesia melalui CPP Matindok adalah hal yang sangat positif dan ditunggu-tunggu di tengah meningkatnya konsumsi gas dan switching dari minyak/batu bara.
“Ini akan mendorong industri dan meningkatkan ketahanan industri di tanah air,” tegas dia. (gen)