Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong mengatakan, dengan demikian realisasi investasi sampai akhir Juni lalu telah mencapai 50,1 persen dari target sebesar Rp594,8 triliun sepanjang tahun ini. Ia pun optimis target akhir tahun bisa tercapai, sama seperti tahun -tahun sebelumnya.
"Untuk realisasi, saya katakan ini masih on track dengan capaian 50,1 persen meski di kuartal II ini banyak tantangan sepert Brexit dan peristiwa lain yang jadi sentimen investor. Pertumbuhan realisasi ini juga di atas rata-rata pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), jadi kami lihat ini sangat menggembirakan," ujar Thomas, Jumat (29/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami melihat ini disebabkan oleh meningkatnya kepercayaan dalam negeri untuk berinvestasi di Indonesia. Kami rasa itu bagus, karena optimisme dalam negeri seharusnya bisa menular ke luar negeri," katanya.
Azhar menyebut, itu disebabkan oleh pembangunan pabrik milik PT OKI Pulp and Paper di Sumatera Selatan dengan nilai yang sangat signifikan.
Sebagai informasi, pabrik OKI Pulp and Paper menelan dana hingga Rp35 triliun dan digadang bisa menghasilkan ekspor senilai Rp20,8 triliun (US$1,5 miliar) pada tahun pertama.
"Akibat OKI Pulp and Paper, maka tak heran jika Sumatera Selatan masuk di posisi lima besar provinsi dengan penanaman modal terbanyak di semester ini," jelasnya.
Dalam hal ini, Azhar mengatakan kontribusi terbesar berasal dari pembangunan pabrik karet sintetis di Banten oleh PT Synthetic Rubber Indonesia, yang merupakan anak usaha Compagnie Financiere Du Groupe Michelin (Michelin) dan PT Chandra Asri Petrochemical.
"Di samping itu, kami juga menemukan adanya realisasi investasi yang meningkat di petrokimia, sehingga menyebabkan investasi di industri kimia juga cemerlang. Kami sebetulnya sangat optimistis di semester pertama ini dan yakin hingga akhir tahun target bisa tercapai," kata Azhar.
Sebagai informasi, BKPM memasang target realisasi investasi tahun ini sebesar Rp594,8 triliun, atau meningkat 9,06 persen dibanding realisasi tahun lalu sebesar Rp545,4 triliun. Target itu terdiri dari PMA sebesar Rp386,4 triliun dan PMDN sebesar Rp208,4 triliun. (gen)