Sektor produktif tersebut, kata Menkeu, saat ini mempekerjakan lebih dari 107,6 juta penduduk Indonesia dan berkontribusi 60,6 persen terhadap PDB Indonesia.
Meskipun jumlah mayoritas, namun penguasaan ekonomi masih didominasi oleh segelintir perusahaan multinasional berskala besar. Karenanya, ia menekankan pentingnya keberpihakan desentralisasi ekonomi dan perlunya kerja sama semua pihak dalam meberdayakan UMKM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"UMKM bisa menjadi kuat dan penahan apabila ekonomi sedang terguncang," ujar Sri Mulyani saat memberikan sambutan dalam pembukaan World Islamic Economic Forum (WIEF) 2016 di JCC Senayan, Selasa (2/8).
Namun, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyadar masih terdapat faktor penting lain terkait kemajuan UMKM yang tidak berkaitan langsung dengan kebijakan pemerintah. Semangat kewirausahaan dan determinasi untuk sukses harus terinternalisasi di DNA para pelaku UMKM sendiri.
Ia berharap penyelenggaraan WIEF ke-12 kali ini dapat menjadi salah satu solusi mendorong perkembangan UKM Indonesia. Salah satu misi WIEF adalah sebagai platform yang komprehensif bagi para pebisnis dari seluruh dunia, termasuk negara-negara besar berpenduduk muslim, untuk bertukar informasi dan membuka kesempatan berkolaborasi.
"Kami melihat bisnis yang didorong oleh masyarakat juga didukung inovasi teknologi yang dapat mengurangi pembiayaan. WIEF ini bisa menjadi bukti lahirnya gagasan baru dan bisa jadi konsep yang layak sehingga bisa menarik investor," ujar Sri Mulyani. (ags/gen)