Eko B Supriyanto, Direktur Biro Riset Infobank mengungkapkan, hasil survei memberikan sinyal perlambatan pertumbuhan industri multifinance masih akan berlanjut. "Terjadi penurunan penjualan kendaraan bermotor yang selama ini menjadi pasar utama multifinance. Ditambah lagi, belum pulihnya sektor pertambangan dan harga beberapa komoditas yang belum beranjak naik," ujarnya melalui siaran pers, Kamis (4/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini, kata Eko, menjadi tantangan berat bagi industri multifinance. Apalagi, setelah beredarnya Surat Edaran (SE) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 1/SEOJK.05/2016 yang mengatur pengukuran tingkat kesehatan keuangan perusahaan pembiayaan, meliputi rasio permodalan, kualitas piutang pembiayaan, rentabilitas dan likuiditas, yang memaksa multifinance menambah modal mereka.
Sebagai informasi, rating Infobank dilakukan untuk kinerja dua tahun, yakni 2014 dan 2015. Infobank tidak memeringkat seluruh perusahaan lantaran beberapa di antaranya tidak memiliki data lengkap. Rating Infobank sendiri dikelompokkan dalam enam kategori aset, mulai dari aset Rp10 triliun (kelas A), Rp5triliun-Rp10 triliun (kelas B), Rp1 triliun-Rp5 triliun (kelas C) hingga multifinance dengan aset kurang dari Rp100 miliar. (bir)