"Risiko inflasi pangan dalam jangka pendek diperkirakan bersumber dari gangguan la nina yang menurut BMKG (Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika) terjadi mulai Juli sampai akhir tahun," tutur Gubernur BI di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Kamis (4/8).
Menurut Agus, sejumlah komoditas yang harganya akan kena dampak adalah produk hortikultura seperti bawang, cabai merah, dan beras. Hal itu seperti yang terjadi pada tahun 2008 dan 2010
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BI telah tindak lanjuti kegiatan sinergi aksi untuk petani di Brebes dengan kementerian/lembaga dan Pemda Jawa Tengah dengan memberi bantuan kapasitas kepada SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan petani untuk menanam bawang putih di 8 kabupaten di Jawa Tengah. Panen perdana diperkirakan pada awal Oktober dengan panen mencapai 300 ton," ujarnya.
"Untuk menjaga inflasi 2016 hingga 2018, berada pada sasaran 4 plus minus 1 persen di 2016 dan 2017 serta 3,5 plus minus 1 persen di 2018, maka ini perlu jadi perhatian kita bersama," ujarnya.
Koordinasi pengendalian inflasi akan dilakukan BI bersama pemerintah dalam kerangka Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Langkah pengendalian inflasi yang akan diambil diantaranya menjaga ketersedian pasokan antar waktu di daerah, memastikan kelancaran distribusi pangan dengan membangun konektivitas, mendorong efisiensi tata niaga komoditi pangan, dan mempercepat pembangunan infrastruktur. (ags)