"Dari Rp100 triliun, sebanyak Rp30 triliun dalam bentuk ekuitas dan Rp70 triliun lainnya akan kita upayakan instrumen lain, misalnya obligasi," ungkap Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq di Bursa Efek Jakarta, Kamis (4/8).
Untuk tahap awal, Choliq memberikan sinyal obligasi baru akan diterbitkan sekitar September, bersamaan dengan pertengahan periode pelaporan dana repatriasi dari kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi ekuitas, jelasnya, perseroan masih menyisir sumber-sumber pendanaan yang setidaknya dapat menghasilkan dana Rp20 triliun sampai dengan akhir tahun ini. Pasalnya, saat ini, total aset perusahaan yang sebesar Rp40,4 triliun, berasal dari cadangan ekuitas Rp10,3 triliun dan utang berbunga Rp16,3 triliun.
Pada semester I 2016, Waskita Karya meraup laba bersih sebesar Rp582 miliar atau tumbuh 240 persen dari periode yang sama tahun lalu. Hal itu berkat pendapatan usaha yang meningkat 103 persen menjadi Rp8,08 triliun. (ags)