“5,2 persen nanti itu kan rata-rata yang mau dikejar. Ya memang (pertumbuhan ekonomi) kuartal III itu tidak selalu lebih tinggi dari kuartal II tetapi kuartal IV bisa (lebih tinggi dari kuartal II) sehingga kita bisalah dapat 5,2 persen,” tutur Darmin saat ditemui di kantornya, Jumat (5/8).
Cara pemerintah untuk menjaga laju pertumbuhan perekonomian, lanjutnya, adalah dengan melanjutkan apa yang telah dilakukan sejak awal. Salah satunya menerbitkan dan mengawal implementasi paket kebijakan ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darmin menilai perekonomian nasional memang sedang menggeliat. Hal itu ditunjukkan oleh beberapa peningkatan kinerja beberapa indikator ekonomi pada kuartal II dibandingkan kuartal pertama tahun ini.
“Panen beras yang bergeser dari kuartal I ke kuartal II itu membuat pertumbuhan di kuartal I sedikit tidak terlalu tinggi. Jadi kuartal II, baru akan terpengaruh naik,” katanya.
Oleh karenanya, Darmin tidak kaget mengetahui bahwa secara tahunan ekonomi kuartal II bisa tumbuh 5,18 persen atas di atas perkiraan analis dan pelaku pasar.
“Saya selalu bilang (pertumbuhan ekonomi kuartal II) 5,1 persen, (realisasinya) ini 5,18 persen,” ujarnya. (gir)