Endy Abdurahman, Direktur Utama Bank Muamalat mengatakan, perusahaan berupaya mengembangkan segmen pembiayaan konsumsi (consumer financing), terutama untuk memenuhi tingginya kebutuhan dana untuk membeli hunian.
Sejalan dengan itu, kata Endy, Bank Muamalat menargetkan pertumbuhan KPR yang lebih tinggi pada tahun ini dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu. Namun, target tersebut dibuat dengan tetap mengacu pada kondisi makro ekonomi dan pasar hunian tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KPR iB Muamalat menyediakan angsuran ringan setara 5 persen tetap per tahun untuk enam tahun pertama dengan skema akad murabahah. Dengan KPR syariah ini, nasabah akan mendapat kepastian besarnya angsuran setiap bulan hingga akhir periode pembiayaan.
Kurang Rp1 Triliun
Purnomo B. Soetadi, Direktur Retail Banking Muamalat mengatakan, dengan program angsuran murah ini Bank Muamalat membidik tambahan penyaluran KPR sebesar Rp1,8 triliun. Dengan demikian, tahun ini Bank Muamalat menargetkan penyaluran KPR secara total Rp10 triliun hingga akhir tahun.
"Hingga Juni kami sudah menyalurkan Rp9 triliun jadi tinggal Rp1 triliun lagi. Kami masih optimis KPR masih bertumbuh baik," ujar Purnomo.
Ke depannya, lanjut Purnomo, Bank Muamalat masih melihat potensi pertumbuhan permintaan properti yang kemungkinan besar akan menggeliat pada semester II. Terlebih, Bank Indonesia (BI) juga telah melakukan pelonggaran kebijakan makroprudensial melalui kewajiban uang muka (Loan to Value/LTV).
"Kami lihat potensi utk properti besar, sehingga kita lihat di semester II pembiayaan di sektor KPR itu besar kita sambut dengan program angsuran murah. Kita bisa klaim bahwa di market yang ditawarkan Muamalat itu super ringan jika dibandingkan dengan bank lainnya," jelasnya. (ags/gen)