“PMN belum (cair), kami masih menunggu Kementerian Keuangan (Kemenkeu),” tutur Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Senin (8/8).
Seperti diketahui, pemerintah mengalokasikan PMN dalam APBNP 2016 sebesar Rp65,16 triliun. Adapun Rp42,32 triliun di antaranya akan diberikan kepada 20 perusahaan pelat merah di bawah kantong Kementerian BUMN. Rinciannya, Rp39,81 triliun diberikan secara tunai dan Rp2,57 triliun diberikan non tunai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sekarang sedang menyusun Peraturan Pemerintahnya dulu. Kan PMN baru disetujui (pencairannya) oleh DPR dalam APBNP, habis itu harus membuat PP. Nah, sekarang kami sedang mengerjakan PP-nya,” kata Sonny.
“Nanti PMN BUMN yang rights issue duluan cair,” ujarnya.
Sebagai informasi, pemerintah telah menyetujui rencana rights issue empat perusahaan pelat merah, yakni PT Jasa Marga Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, PT Krakatau Steel Tbk dan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PP) senilai Rp14,3 triliun dan Rp9 triliun diantaranya berasal dari PMN.
Sebelumnya, Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman menyatakan, perseroan akan melakukan rights issue senilai Rp1,8 triliun, di mana porsi PMN sebesar Rp1,25 triliun dan porsi publik sebesar Rp550 miliar.
“Rapat Umum Pemegang Saham kami 29 Agustus. Setelah itu, baru kami proses rights issue,” ujar Adityawarman beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, Krakatau Steel akan melakukan right issue senilai Rp1,8 triliun. PMN diharapkan menyumbang Rp1,5 triliun, sedangkan investasi publik diberi ruang Rp300 miliar.
Sementara, PP menargetkan pembiayaan senilai Rp 4,4 triliun dengan melepaskan saham baru, yang diharapkan masuk dari PMN sebesar Rp2,25 triliun dan kontribusi publik Rp2,15 triliun. (gir)