"Kami akan membuka alternatif impor sapi bakalan dan indukan juga dari Amerika Latin," ujar Darmin di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (10/8).
Hal itu disampaikan Darmin usai menghadap Presiden Joko Widodo. Menteri Dalam Negeri Enggartiasto Lukita dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga terlihat menghadap Jokowi pagi tadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebutkan negara-negara Amerika Selatan dan Eropa yang nanti akan mengekspor daging ke Indonesia, antara lain Meksiko, Brasil, Argentina, dan Spanyol. Menurutnya, hal itu diperlukan untuk memicu kestabilan harga.
Dia enggan menyebutkan kuota daging riil yang dibutuhkan pemerintah saat ini. Impor daging itu segera dilakukan meski Bulog yang mengetahui waktu pasti pelaksanaan.
Politikus Partai NasDem ini memastikan daging-daging impor nantinya akan disalurkan ke seluruh daerah yang membutuhkan. Pemerintah juga memastikan produksi daging dalam negeri dan Bulog diinstruksikan untuk menyerap seluruh hasil produksinya.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan juga mengeluarkan regulasi khusus supaya dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor daging sapi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Para importir daging sapi diminta mulai membangun peternakan sendiri guna mendapatkan izin impor di masa mendatang. Pasalnya, itu akan menjadi salah satu syarat dan kompensasi bagi pemerintah untuk memberikan izin impor sapi di masa mendatang.
Kementerian Pertanian sudah menghapus kewajiban importir untuk menyerap daging sapi lokal sebesar 3 persen dari total kuota impor yang diperoleh. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 34 Tahun 2016 tentang Pemasukan Karkas, Daging, dan Olahannya ke Wilayah Indonesia.
Pemerintah menetapkan kuota impor sapi bakalan sebanyak 600 ribu ekor untuk tahun ini, melanjutkan kebijakan serupa pada tahun lalu yang sebanyak 617 ribu ekor. (ags/gen)