Direktur Consumer Banking BNI Anggoro Eko Cahyo menuturkan, pertumbuhan kartu kredit di industri selama enam bulan awal tahun ini cukup landai. Kendati demikian ia bersyukur BNI masih sanggup mencatatkan pertumbuhan kartu kredit senilai Rp10,06 triliun atau naik 7 persen jika dibandingkan semester I tahun lalu.
"Secara volume di semester I kemarin memang agak landai. Dampak kenaikan batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) belum terlalu kelihatan, tapi pengaruh penundaan pelaporan tarnsaksi itu sekarang sudah mulai stabil lagi walaupun kalau bicara pertumbuhan dibanding tahun lalu tidak terlalu tinggi," kata Anggoro, Rabu (10/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin kita dengar dari bank banyak yang melakukan penutupan usai peraturan itu, tapi sekarang kita lihat cukup bagus mulai stabil," ujar Ellyana.
Menurutnya, penggunaan kartu kredit dalam transaksi perdagangan masih sangat tinggi. Terlebih saat ini tren belanja melalui platform digital juga tengah merajalela. Oleh sebab itu ia optimistis bisnis kartu kredit masih potensial bertumbuh meski di bawah pemeriksaan otoritas pajak.