Jarot Subana, Direktur Utama Waskita Beton Precast menjelaskan 10,54 miliar saham yang akan dilepas ke publik itu ekuivalen dengan 40 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor perusahaan setelah penawaran umum.
"Kita roadshow ke Singapura, Malaysia, Hong Kong pada 18-25 Agustus. Singapura dulu, Hong Kong baru Malaysia," ujarnya, Rabu (10/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jarot mengungkapkan, sekitar Rp1,1 triliun anggaran belanja modal akan digunakan untuk mendanai pembangunan dua pabrik baru pada tahun ini di Klaten dan Palembang. Kapasitas produksi pabrik Klaten direncanakan sekitar 100 ribu ton per tahun, sedangkan pabrik yang diPalembang sekitar 250 ribu ton per tahun.
Setelah itu, kata Jarot, Waskita Beton Precast juga akan menambah dua pabrik baru pada tahun depan yang berlokasi di Indonesia bagian timur dan Sumatera bagian Utara. Total kapasitas produksi kedua pabrik baru itu rencnaanya 600 ribu ton per tahun.
"Tahun depan kapasitas produksi keseluruhan 3,2 juta ton dari delapan pabrik saat ini, lalu akan tambah empat jadi 12 pabrik," paparnya.
Hingga April 2016, kapasitas produksi Waskita Beton Precast sebanyak 2,3 juta ton dari target 2,65 juta ton hingga akhir tahun ini. realisasi produksi tersebut naik 47,2 persen dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu yang sebanyak 1,8 juta ton.
Sejauh ini, perusahaan masih mematok target laba bersih sebesar Rp620 miliar untuk tahun ini. Target tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya Rp330 miliar.
Untuk mencapai target laba, perusahaan berharap meraup pendapatan sebesar Rp4,9 triliun pada tahun ini, naik dari perolehan tahun sebelumnya Rp2,6 triliun. (ags/gen)