Berdasarkan hasil rapat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan manajemen Inpex kemarin, insentif tambahan itu dibutuhkan agar Inpex bisa cepat menyelesaikan rencana pengembangan (PoD) dan keputusan final investasi (FID) blok Masela dengan konsep pengolahan darat seperti yang diinginkan pemerintah.
“Yah nanti ya kalau sudah matang seminggu dua minggu lah kira-kira. Kalau sudah pasti pasti kami utarakan,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja usai rapat, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Setelah itu kami bikin rencana operasi. Kapan mau apa, jadi belum bicara teknis. Baru pembentukan tim dan action plan saja,” jelasnya.
"Tapi kami masih belum bisa sampaikan bagaimana keputusan terkait insentifnya, nanti kami lihat berdasarkan hasil kajiannya saja. Termasuk skema produksinya bagaimana ya nanti bisa dilihat setelah ini," tutur Wiratmaja.
Usai pertemuan kemarin, ia memastikan Kementerian ESDM akan bergerak cepat dalam menanggapi permintaan insentif oleh Inpex. Namun, ia sendiri belum dapat memutuskan kapan insentif tersebut dikeluarkan.
“Iya itu kami ingin cepat, tadi juga lihat program yang realistis tapi belum terlalu teknis, nanti kalau sudah terbentuk saya sosialisasikan. Targetnya the sooner, the better. Jadi belum ya,” ungkapnya. (gen)