Sekretaris Perusahaan Holcim Indonesia Farida Helianti Sastrosatomo menyatakan, jika moratorium pabrik semen diberlakukan, maka rencana investasi industri semen sendiri akan dibatasi.
"Kami sebagai pemain lama sangat senang dengan rencana itu, karena seperti diketahui industri semen ini sudah kelebihan ketersediaan pasokan semen," tuturnya, Jumat (12/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah mengakuisisi LCI, kapasitas produksi kami telah meningkat 15 juta ton per tahun. Nah dengan rencana pemerintah seperti itu, tentu kami tidak serta merta menambah kapasitas " katanya.
“Dari segi nilai, kami berusaha menggali apa yang menjadi kebutuhan mereka, mencari solusi juga bagi mereka dalam produk semen kami. Jadi kami bukan menjadi produsen semen saja, yang kami kasih ke mereka adalah pelayanan terintegrasi,” kata Direktur Penjualan Holcim, Dion Sumedi.
“Nah kalau ke ritel, adalah bagaimana mereka bisa menjual habis. Marketing kami membantu tukang-tukang membeli produk kami untuk membeli produk Holcim,”
Menurutnya, dengan kondisi seperti ini, Holcim tidak akan mengurangi produksi yang sudah ditetapkannya per tahun yakni 15 juta ton. Dengan mengakuisisi LCI, maka wilayah distribusi perusahaan bertambah ke Aceh dan Sumatera Utara, dari sebelumnya yang hanya menyasar Pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan, dan Bali.
Namun, untuk proporsinya sendiri distribusi terbesar masih di Pulau Jawa yakni 60 persen, sedangkan 30 persen di Aceh dan Sumatera Utara, dan sisanya di Sulawesi, Kalimantan, dan Bali.
Dari sisi kinerja keuangan, Holcim mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 104,83 persen menjadi Rp66,98 miliar di triwulan I 2016, dari Rp32,70 miliar di periode yang sama 2015. Namun, manajemen Holcim menyatakan kinerja positif pada kuartal I tahun ini tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya, karena adanya sisa penjualan dari tahun lalu.
Perusahaan sendiri enggan membocorkan hasil kinerja semester I ini. Namun yang pasti, Dion menyatakan penjualan semen Holcim pada kuartal II 2016 ini terlihat stagnan jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
“Market naik, kalau kami stagnan karena banyak pemain baru. Kami agak sedikit di bawah market,” ungkapnya. (gir/gen)