"Banyak (dari belanja modal), sekurang-kurangnya Rp8 triliun, terutama belanja modal yang tidak terkait dengan program prioritas tapi selalu kaitannya dengan prioritas atau tidak," ungkap Darmin di kantornya, Jumat (12/8).
Kemudian, Darmin menyebutkan, penghematan anggaran terbesar kedua, berasal dari perjalanan dinas, paket rapat, langganan jasa, honorarium tim, dan kegiatan, termasuk kegiatan yang belum dikontrakkan hingga akhir tahun dan bisa digeser ke tahun depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, pemerintah juga akan memotong hasil dana lelang yang kontraknya belum berjalan. Pasalnya, pemerintah memprediksi, besaran sisa dana lelang tidak mencapai jumlah yang dibayangkan pemerintah.
Terakhir, pemerintah juga akan memangkas dana duplikasi yang diajukan oleh Kementerian dan daerah untuk satu proyek yang sama sehingga salah satunya bisa dipangkas, seperti yang terjadi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebesar Rp1,4 triliun. (gir)