"Pada kuartal kedua 2016, sektor-sektor terbesar seperti sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sektor industri pengolahan, dan sektor perdagangan tumbuh lebih tinggi jika dibandingkan kuartal pertama 2016," ujar Jokowi dalam Rapat Paripurna DPR, Selasa (16/8).
Sementara inflasi, yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan rakyat, dianggap Jokowi relatif terkendali. Berbekal laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Jokowi menyebutkan inflasi Juli sebesar 3,21 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Secara kumulatif, inflasi tahun kalender sampai bulan lalu sebesar 1,76 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberhasilan lainnya, lanjut Jokowi, tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 10,86 persen seiring dengan menurunnya tingkat ketimpangan, yang ditunjukkan oleh rasio gini 0,4. Demikian halnya dengan pengangguran, yang angkanya turun menjadi 5,5 persen.
Menurutnya, semua itu sesuai dengan komitmen pemerintah untuk menjadikan 2016 sebagai tahun percepatan pembangunan. Langkah percepatan itu dilakukan antara lain melalui percepatan pengadaan barang dan jasa, yang telah dimulai pada kuartal IV sebelum tahun anggaran berjalan.
Selain itu, lanjutnya, pembentukan Badan Layanan Umum Lembaga Manajemen Aset Negara juga disebut sebagai upaya mempercepat penyediaan tanah untuk pembangunan infrastruktur.
"Langkah perbaikan proses penganggaran juga dilakukan secara lebih komprehensif guna mempercepat penyerapan anggaran dan memastikan APBN serta APBD tepat sasaran. Pemerintah juga menjaga APBN tetap sehat, berkualitas dan kredibel," tuturnya. (ags/gen)