Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, alokasi belanja negara tahun depan direncanakan sebesar Rp2.070,5 triliun, turun Rp12,9 triliun jika dibandingkan dengan pagu tahun ini yang mencapai Rp2.082,9 triliun.
Usulan pagu belanja tersebut terdiri dari belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp1.310,4 triliun, serta alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp760 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati anggaran dikurangi, mantan Walikota Solo menegaskan, kebijakan fiskal tahun depan masih akan ekspansif dan terarah. Ada empat strategi yang dirumuskan untuk menjaga ekspansi fiskal.
Pertama, meningkatkan belanja produktif untuk pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah. Pada poin ini, Jokowi masih menjanjikan pembangunan infrastruktur untuk memperbaiki kualitas pembangunan dan terwujudnya kedaulatan pangan.
Kedua, lanjutnya, meningkatkan efisiensi dan penajaman belanja barang untuk meningkatkan ruang fiskal.
Ketiga, meningkatkan kualitas dan efektivitas program perlindungan sosial antara lain perluasan sasaran program keluarga harapan, perbaikan mutu layanan kesehatan dan keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional, serta perbaikan program beras untuk Keluarga Sejahtera.
"Selain itu, dilakukan penyempurnaan bantuan biaya pendidikan, dengan memperbaiki sistem penyaluran dan akurasi data penerima," jelasnya dalam Rapat Paripurna DPR, Selasa (16/8).
Keempat, tambah Jokowi, memperkuat pelaksanaan program prioritas di bidang pendidikan, kesehatan, kedaulatan pangan dan energi, kemaritiman dan kelautan, serta pariwisata dan industri. (ags/gen)