Rizal awalnya ingin menyulap danau terbesar di Indonesia itu layaknya kawasan Monaco yang berada di pinggiran Perancis. Namun di bawah Luhut, target tersebut diturunkan menjadi lebih realistis, cukup meniru kawasan wisata Nusa Dua, Bali yang populer lebih dulu di mata turis asing.
Baca juga: Rizal Ramli Siapkan Danau Toba jadi Monaco dari Asia
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, pencarian mitra swasta merupakan salah satu langkah prioritas setelah Badan Otorita Danau Toba terbentuk, yang rencananya selesai pada bulan ini.
"Tentu kami segera mencari mitra swasta, namun kini kami masih dalam tahap pencarian, siapa saja yang mau," ujar Arief, Kamis (18/8).
Sayangnya, ia tak menyebut berapa besar nilai investasi yang bisa digarap swasta. Ia hanya menyebut, pemerintah siap menyediakan lahan seluas 500 hektare untuk pengembangan amenitas wisata tersebut.
Di samping itu, ia memastikan infrastruktur pelengkap seperti Bandara Silangit, jalan tol Kualanamu-Tebingtinggi, hingga ring road Samosir bisa merayu investor mau menanamkan uangnya di Danau Toba.
"Ini kan atraksinya super vulcano geopark mengingat Danau Toba adalah danau vulkanik terbesar dunia. Kami ingin fasilitasnya lengkap, layaknya Nusa Dua di Bali," ujarnya.
Sebagai informasi, pengembangan Danau Toba melalui Badan Otorita Danau Toba diatur di dalam Peraturan Presiden Nomor 49 tahun 2016 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba. Badan Otorita tersebut rencananya berlaku efektif September 2016. (gen)