Sayangnya, ia tidak merinci dengan jelas kebijakan apa yang akan dibuatnya untuk membuat iklim perdagangan dan investasi menjadi lebih kondusif.
Dia hanya mengatakan kedua hal tersebut penting untuk dipacu guna mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,2 persen apda tahun ini, sekaligus membuat proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lebih realistis pada tahun depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, menurut Enggar, sekalipun pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami peningkatan pada semester I 2016, pertumbuhan ekonomi global masih menjadi ancaman yang dapat mempengaruhi laju PDB di masa mendatang.
Untuk memaksimalkan kontribusi dan investasi dunia usaha, kata Enggar, pemerintah akan memberikan peran lebih kepada pengusaha dalam menjaga iklim perdagangan dan investasi yang kondusif.
"Kita akan tarik mereka (pengusaha) untuk lakukan investasi, pemerintah sebagai regulatornya. Kita akan beri iklim yang sehat sebagai fasilitas mereka mengembangkan usahanya," tambah Enggar.
Mendag menambahkan, dengan jaminan ini, pengusaha tidak perlu lagi khawatir terhadap ketidakpastian yang sering terjadi dan mengganggu pengusaha, terlebih mengenai regulasi berbelit dari pihak pemerintah.
Namun, Enggar mengingatkan pengusaha jangan mencoba mengambil keuntungan yang berlebihan dan bersikap egois setelah pemerintah memberikan jaminan regulasi dan perbaikan iklim usaha.
"Saya tahu pengusaha pasti cari untung, saya dulu pengusaha, jadi saya tahu itu riskan terjadi. Tapi jangan ambil untung berlebihan, kalau tidak cukup sudah," ujar Enggar. (ags)