Rudi Kamdani, Direktur Utama FWD Life mengatakan, peluang bisnis di Pulau Dewata ini tidak boleh diremehkan. Dengan jumlah penduduk sebanyak 4,2 juta jiwa, saat ini baru sekitar 20 persen di antaranya yang memiliki perlindungan asuransi.
Padahal, perekonomian Bali tumbuh 6,3 persen pada semester I 2016 atau lebih besar ketimbang pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 5,18 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Rudi, fungsi kantor pemasaran tidak sekadar untuk kegiatan pemasaran atau penjualan produk asuransi. Melainkan juga untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, tenaga pemasar, dan tempat pelatihan.
“Bahkan, e-commerce kami di www.ifwd.com merupakan bagian dari layanan keuangan berbasis teknologi (financial technology/fintech). Jadi, kami mengembangkan semua kanal yang ada, termasuk jalur keagenan melalui kantor pemasaran,” imbuh dia.
Paul Setio Kartono, Direktur Keuangan FWD Life menambahkan, saat ini, perusahaan melego produk asuransinya melalui empat jalur, yakni keagenan, corporate (employee benefit), bancassurance (kerja sama dengan bank mitra), dan e-commerce.
Jalur distribusi corporate masih mendominasi, yaitu sebanyak 50 persen terhadap total premi. Diikuti oleh jalur keagenan 40 persen, dan sisanya bancassurance dan e-commerce sekitar 10 persen.
“Kami mengembangkan seluruh jalur distribusi. Misalnya, di keagenan kami masih akan buka satu lagi kantor pemasaran di tahun ini. Di jalur bancassurance, kami akan menambah beberapa bank mitra. Untuk e-commerce, transaksi sudah bisa dilakukan secara online,” terang dia. (ags)