Tiga seri dalam Obligasi Berkelanjutan I Tahap I ini antara lain, Seri A dengan tenor 5 tahun dengan kisaran kupon 7,75-8,25 persen, Seri B 7 tahun dengan kisaran kupon 8,15-8,65 persen dan seri C bertenor 10 tahun dengan kisaran kupon 8,40-8,90 persen.
Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, penerbitan obligasi ini juga dimaksudkan dalam rangka diversifikasi pendanaan Bank Mandiri untuk memenuhi dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Finance dan Treasury Bank Mandiri Pahala N Mansury mengungkapkan pertumbuhan permintaan kredit yang berasal dari sektor infrastruktur meningkat cukup signifikan belakangan ini.
"Memang, sektor yang paling tinggi saat ini adalah infrastruktur. Di samping itu kami juga melihat tingginya permintaan di sektor perumahan. Sektor-sektor ini membutuhkan pembiayaan dengan tenor 10-15 tahun," jelas Pahala.
Selain untuk ekspansi kredit, penerbitan obligasi juga diperlukan untuk membayar obligasi subordinasi sebelumnya senilai Rp3,5 triliun yang jatuh tempo akhir tahun mendatang.
"Meskipun likuiditas kami masih sangat baik, tetapi dengan jatuh temponya obligasi tersebut, kami rasa perlu untuk tetap memiliki obligasi yang masih oustanding dan masih bisa diserap oleh pasar," jelasnya.
"Kondisi market sedang bagus-bagusnya. Ada tren suku bunga sudah menurun, aliran dana masuk cukup besar, dan ini semua dapat mendorong kami untuk menerbitkan obligasi," jelas Pahala. (gir/gen)