Reza Priyambada, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia memprediksi IHSG berada dalam rentang support 5.381-5.408 dan resisten 5.465-5.489. Menurutnya, pelaku pasar akan fokus terhadap rilis beberapa data penting makro ekonomi dan rilis inflasi Indonesia pada pekan ini.
Di lain sisi, analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya memprediksi bergerak dalam rentang support 5.386 dan resisten 5.500. William menjelaskan, IHSG masih terus berjuang melepas diri dari fase konsolidasi di tengah arus modal asing yang masih terus membanjiri pasar modal Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sama halnya dengan Reza, William mengemukakan IHSG akan dipengaruhi oleh rilis data perekonomian awal bulan pada pekan ini. Menurutnya, inflasi terbilang masih cukup terkendali sehingga dapat menopang laju IHSG.
"Lalu pelemahan IHSG juga diakibatkan oleh sikap ragu dari para analis maupun pengamat global terhadap perundingan produsen minyak, terkait kesepakatan untuk mengatasi kelebihan pasokan minyak dunia yang akan berlangsung bulan depan," papar Reza dalam risetnya.
Adapun, sentimen dari domestik sendiri karena kebijakan amnesti pajak menjadi momok tersendiri bagi pelaku pasar. Di mana realisasi dana tebusan yang masih jauh dari total target Rp165 triliun dijadikan momentum terjadinya aksi jual.
Sementara, laju bursa saham Amerika Serikat (AS) cenderung melemah sepanjang pekan kemarin. Menurut Reza, kembali melemahnya laju bursa saham AS memberikan gambaran sikap pelaku pasar yang cenderung menunggu kepastian, terutama pidato The Fed yang akan diumumkan pada pekan ini.
"Pasca pidato The Fed kemarin, kondisi bursa saham AS masih melemah. Kondisi ini terjadi setelah pelaku pasar tidak mendapatkan kepastian waktu kenaikan suku bunga AS padahal sejumlah petinggi The Fed mensinyalkan sikap hawkish dan Yellen yang memberikan signal optimis terhadap kondisi perbaikan ekonomi AS," pungkas Reza. (gen)