Lanjar Nafi, analis Reliance Securities menjelaskan, bursa saham Asia mengakhiri bulan agustus dengan variatif. Bursa saham Jepang tercatat menguat pada penutupan perdagangan kemarin, Rabu (31/8), sebaliknya bursa saham China kembali tertekan.
Meningkatnya penjualan rumah di Negeri Matahari Terbit, kata Lanjar, menjadi stimulus bagi bursa saham Jepang. Sementara di China, perkiraan kinerja manufaktur yang turun menjadi faktor penekanan pasar modal.
Dari Jakarta, IHSG kemarin menguat 23,76 poin atau 0,44 persen ke level 5.386 setelah bergerak di antara 5.353-5.399.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Lanjar Nafi meyakini IHSG pada hari ini masih bisa melanjutkan tren psoitifnya dengan melaju pada kisaran 5.350-5.454.
Prediksi yang hampir sama juga disampaikan Reza Priyambada, Kepala Riset NH Korindo Securities dalam risetnya. Ia memperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang 5.318-5.429, dengan kecenderungan menguat.
"IHSG berpeluang melanjutkan penguatan untuk kembali menguji resisten di level psikologis 5.400," ungkap Reza dalam risetnya. (ags)