"Bahan makanan setelah Lebaran mengalami penurunan yang cukup tajam. Kemudian angkutan antarkota juga mengalami penurunan, juga tarif pulsa yang turun, ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo di kantornya, Kamis (1/9).
Inflasi negatif tersebut, kata Sasmito, merupakan deflasi yang ketiga sepanjang tahun ini. Tercatat, April lalu, terjadi deflasi sebesar 0,45 persen dan Februari 0,09 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara yang mengalami inflasi kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,41 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,41 persen; kelompok sandang 0,40 persen; kelompok kesehatan 0,39 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 1,18 persen.
Sasmito menambahkan inflasi tertinggi terjadi di Manokwari dan Sorong masing-masing sebesar 1,27 persen dan inflasi terendah di Jakarta dan Kendari masing-masing 0,01 persen.
Dengan demikian, kata Sasmito, inflasi tahun kalender tahun ini sebesar 1,74 persen dan laju inflasi secara tahunan (Year-on-Year/YoY) sebesar 2,79 persen.
Untuk inflasi inti, BPS mencatat laju 0,36 persen pada Agustus atau tumbuh 3,32 persen secara tahunan (YoY). (ags/gen)