FWD Infinite Link merupakan produk asuransi jiwa berbasis investasi yang diracik FWD Life Indonesia. Dengan skema pembayaran premi tunggal (dibayar satu kali selama masa kepesertaan), produk anyar tersebut dijual minimum Rp100 juta.
Bancassurance sendiri adalah produk asuransi yang dijual melalui kerja sama dengan bank mitra.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dari pemasaran FWD Infinite Link, kami menargetkan dapat menghimpun premi Rp100 miliar kurang dari satu tahun sejak produk diluncurkan. Kami optimistis, karena produknya unik,” ujar Rudi Kamdani, Direktur Utama FWD Life, Kamis (1/9).
FWD Life menawarkan penempatan dana nasabah FWD Infinite Link terdiri dari dua opsi, yakni world equity dan bond funds. Berdasarkan pengujian terbaik yang telah dilakukan FWD Life selama satu tahun, imbal hasil kedua instrumen mencapai masing-masing 16,3 dan 11,6 persen.
“Offshore asset sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu 20 persen. Kami tidak akan melampaui aturan tersebut. Prinsipnya, kami membantu nasabah untuk berinvestasi di luar negeri tanpa pergi ke luar negeri,” imbuh Anggi.
"Segmen priority banking di KEB Hana sendiri memiliki dana kelolaan minimal Rp500 juta, sedangkan nasabah emerging affluent beraset kurang dari Rp500 juta. Kami menyediakan produk bancassurance premi tunggal untuk menjawab kebutuhan nasabah,” terang dia.
Saat ini, KEB Hana tercatat memasarkan empat produk bancassurance dari empat mitranya. Namun, belum ada satu pun di antaranya dijual dengan skema pembayaran premi tunggal. Bagi KEB Hana sendiri, pemasaran bancassurance akan mendongkrak pendapatan berbasis komisi (fee based income).
Gempur Eskandaru Widansyah, Kepala Pendanaan dan Wealth Management KEB Hana menambahkan, saat ini, fee based income perseroan baru berkontribusi sekitar 4-5 persen dari total pendapatan.
“Diharapkan, lewat penambahan kerja sama bancassurance ini, kami dapat meningkatkan kontribusi fee based income menjadi 10 persen,” pungkasnya. (gen)