Direktur Utama Siloam Romeo Lledo mengatakan, perusahaan bakal menerbitkan sebanyak-banyaknya 145 juta lembar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per lembar.
“Dana yang diperoleh dari rights issue akan digunakan Siloam untuk membiayai perluasan usaha, membiayai modal kerja dan membayar utang kepada pemegang saham,” ujarnya, Jumat (2/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:CVC Siap Boyong Rp2,2 Triliun Saham Siloam |
Saat ini, saham Siloam paling banyak digenggam oleh PT Megapratama Karya Persada sebesar 60,46 persen. Sementara sisanya dimiliki oleh publik sebanyak 39,54 persen.
Sigit Prasetya, Managing Partner wilayah Asia CVC menilai, grup Lippo telah sukses membangun bisnis berskala besar sehingga jajarannya percaya Siloam berada di posisi yang sangat baik dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Indonesia.
"Kami terhormat memiliki kesempatan untuk bermitra dengan grup Lippo serta berkontribusi untuk pertumbuhan layanan kesehatan di Indonesia," ucap Sigit belum lama ini.
Ketut Budi Wijaya, Presiden Direktur Lippo Karawaci menyatakan, perusahaan akan menggunakan sebagian besar dana hasil penjualan saham untuk memperluas jariangan rumah sakit Siloam.
"Lippo Karawaci bermaksud untuk terus menjadi pemegang saham mayoritas jangka panjang di Siloam. Dana yang diperoleh dari rights issue akan digunakan Siloam terutama untuk membiayai ekspansi proyek rumah sakit dan modal kerja," pungkasnya. (bir)