Dalam keterangan resminya, Pefindo menurunkan peringkat dan Medium Term Notes (MTN) I Tahun 2014 yang diterbitkan oleh emiten yang bergerak di bidang pembiayaan tersebut, yaitu dari idBBB+ (triple B plus) menjadi idBBB- (triple B minus).
Analis Pefindo Adrian Noer mengatakan, Pefindo juga menempatkan peringkat itu pada credit watch dengan implikasi negatif. Penurunan peringkat mencerminkan penurunan kualitas aset dan performa profitabilitas perseroan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IBFN merupakan perusahaan pembiayaan yang fokus pada bisnis sewa guna usaha alat berat, khususnya untuk merek-merek yang dijual oleh induk usahanya, PT Intraco Penta Tbk (INTA).
Analis Pefindo Yogie Surya Perdana mengatakan, penurunan peringkat terutama karena perkiraan pendapatan perseroan di tahun 2016 tidak mencapai target. Hal ini dikarenakan tingkat persaingan di industri transportasi yang semakin kompetitif.
"Layanan transportasi berbasis aplikasi, seperti Uber, Grab, Go-Jek, di tengah tingkat utang perseroan yang tinggi, serta kurangnya keyakinan kami atas pemulihan yang cepat pada tingkat profitabilitas memengaruhi peringkat perseroan," imbuh Yogie.
Kondisi itu berdampak negatif terhadap rasio-rasio kredit utama perusahaan, di mana rasio utang terhadap EBITDA meningkat menjadi 4,7 kali, sementara rasio coverage utang dan bunga melemah menjadi 8,3 persen dan 1,8 kali di semester I 2016.
"Pefindo mempertahankan outlook TAXI di area negatif untuk mengantisipasi penurunan lebih lanjut pada proteksi arus kas dan juga struktur permodalan perseroan. Peringkat ini bisa diturunkan kembali apabila terjadi tekanan lebih lanjut pada likuiditas, karena ketidakmampuan TAXI dalam mengkonversi piutang pengemudi menjadi kas," pungkasnya. (bir)