Ke-12 bank dan LKBB penyalur KUR baru tersebut adalah BCA, Bank Permata, Bank Sinarmas, BPD Kalbar, BPD NTT, BRI Agroniaga, Bank Jabar Banten, BPD Kalsel, BPD Jambi, BPD Papua, Adira Finance, dan Mega Central Finance. Sehingga, kini terdapat total 28 bank dan LKBB yang menjadi agen pemerintah dalam menyalurkan KUR.
Deputi Bidang Pembiayaan Kementrian Koperasi dan UKM Braman Setyo berharap, tambahan 12 bank dan LKBB dalam penyaluran KUR tahun ini yang ditargetkan mencapai Rp100-120 triliun bisa tercapai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Braman mengatakan, sebenarnya, penyaluran KUR bisa secara tuntas diberikan di akhir November 2016, namun mengingat tren permintaan kredit yang lambat, diharapkan bisa tuntas di penghujung tahun.
Ia menambahkan, Kemenkop UKM akan terus mendorong agar koperasi juga dapat menyalurkan KUR nantinya. Hingga kini, baru satu koperasi yang lolos verifikasi untuk menyalurkan KUR, yaitu Kospin Jasa. Oleh karenanya, ia berharap agar Permenko 13 Tahun 2015 dapat segera direvisi, sehingga koperasi memiliki payung hukum yang jelas untuk menyalurkan KUR.
Menurut catatan Kemenkop, realisasi penyaluran KUR 2016 hingga 29 Agustus 2016 sebesar Rp64,7 triliun kepada 2.983.417 debitur. Di antaranya, BRI sudah menyalurkan Rp48,723 triliun kepada 2.749.800 debitur, Bank Mandiri Rp7,763 triliun kepada 197.438 debitur, BNI Rp8,144 triliun kepada 32.747 debitur. Sedangkan, sisanya terbagi di Bank Sinarmas, Bank NTT, Bank Kalbar, Bank DIY, BPD Bali, BPD Sumut, dan Bank BPTPN.