Tercatat produk deposito yang ditawarkan oleh bank-bank yang bermodal di bawah Rp1 triliun (BUKU I) masih mengalami pertumbuhan yang positif. Hal ini berbanding terbalik dengan pertumbuhan deposito yang dihimpun oleh bank-bank besar.
PT Bank Yudha Bhakti misalnya, akibat tidak terkena aturan caping bunga deposito yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan, manajemen bank tersebut masih bisa menawarkan bunga deposito di atas rata-rata yang dipasang oleh bank-bank besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam data terakhir, per Juni 2016 pertumbuhan deposito bank spesialis pensiunan TNI dan Polisi itu masih mengalami pertumbuhan mencapai 2 persen dibanding Juni tahun lalu.
Hal tersebut juga diakui oleh Direktur Utama PT Bank Ina Perdana Tbk Edy Kuntardjo. Ia mengatakan sejak tren penurunan suku bunga dan aturan caping OJK cukup memberi kemudahan bagi bank BUKU I dan II dalam menarik deposan.
Bank Ina Perdana menurutnya berani menawarkan bunga hingga sebesar 7,75 persen bagi deposito bertenor 3 hingga 6 bulan.
Bunga tersebut lebih tinggi dari bunga deposito tenor 3 dan 6 bulan bank-bank BUKU III dan IV yang hanya sebesar 6,5 persen.
OJK sendiri saat ini masih menggunakan suku bunga BI rate lama (6,5 persen) sebagai acuan caping deposito. Dengan begitu bank-bank besar secara umum hanya diperbolehkan menawarkan bunga maksimal 100 basis poin dari BI rate atau maksimal 7,5 persen. Momentum ini pun dimanfaatkan Bank Ina Perdana untuk menghimpun DPK.
"Bagi bank BUKU I karena terbatasnya jaringan dan produk kita hanya mengandalkan deposito hampir 80 persen," ujar Edy saat dihubungi CNNIndonesia.com.
Namun sejak tren suku bunga industri terus menurun, kini Bank Dinar hanya memberikan bunga mencapai 7,5 persen bagi para deposannya.
"Bank Dinar cukup ekstrim menurunkan suku bunga deposito. Tapi ini cukup kompetitif bagi para deposan," ujar Hendra.
Hingga akhir Agustus, bunga yang kompetitif tersebut terbukti mampu mengerek pertumbuhan deposito Bank Dinar mencapai 20 persen jika dibandingkan dengan Agustus tahun lalu.
Dalam catatan Bank Indonesia suku bunga simpanan berjangka atau deposito terus menurun semenjak bank sentral memangkas suku bunga acauan sebanyak 100 basis poin (bps) sejak awal tahun. Alhasil kini rata-rata bunga deposito perbankan secara umum sudah turun mencapai 80 bps. (gen)