Tercatat sepanjang Maret hingga Agustus, Eximbank telah mengucurkan kredit sebesar Rp80,69 miliar. Menurut CEO Eximbank Ngalim Sawega, nilai tersebut telah mencapai setengah dari total target tahun ini yang mencapai Rp163,94 miliar.
"Saat ini masih ada pipeline on progress sebesar Rp383,45 miliar dan masih akan terus bertambah," ujar Ngalim kepada CNNIndonesia.com, Jumat (9/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyaluran diberikan kepada pelaku UMKM berorientasi ekspor yang berada di seluruh wilayah Indonesia dengan berbagai sektor usaha. Melalui fasilitas kredit ini diharapkan kualitas dan nilai tambah produk ekspor UMKM lebih meningkat.
Khusus untuk tahun ini, Eximbank telah menyediakan dana sebesar Rp1 triliun untuk menjalankan program pembiyaan KURBE.
"Dana ini bersumber dari anggaran Indonesia Eximbank, tanpa adanya subsidi dari pemerintah,” jelas Ngalim.
Ia mengatakan secara prinsip seluruh sektor usaha bisa mendapatkan pembiayaan KURBE, sepanjang usaha tersebut berorientasi ekspor, baik ekspor langsung maupun pendukung ekspor.
"Sementara ini yang sudah dibiayai dengan KURBE di sektor furnitur, perikanan, pertanian, otomotif, packaging berbahan kertas, dan pengolahan kulit reptil," jelasnya.
Adapun skala usaha yang masuk kategori pembiayaan antara lain berjangka paling lama 3 tahun untuk KMKE dan/atau 5 tahun untuk KIE, batas maksimal KURBE Mikro adalah sebesar Rp5 Miliar.
Sedangkankan KURBE Kecil maksimal kredit yang bisa diberikan sebesar Rp 25 miliar (dengan ketentuan maksimal KMKE sebesar Rp 15 miliar) dan KURBE Menengah maksimal sebesar Rp 50 miliar (dengan ketentuan maksimal KMKE sebesar Rp 25 miliar). (gen/gen)