Direktur Utama KG Global, Harry Gunawan menyatakan, permintaan untuk apartemen di kawasan pusat bisnis terbilang banyak sehingga perusahaan dapat mencapai penjualan tersebut.
“Iya termasuk laku, kami tawarkan mulai US$6.000 per meter per segi itu sudah laku 40 persen,” ucap Harry Gunawan, Jumat (9/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Harry, perusahaan menyasar segmentasi kelas menengah ke atas, khususnya untuk generasi kedua yang orang tuanya memiliki cukup banyak uang. Target khususnya adalah anak-anak orang kaya yang baru pulang dari luar negeri untuk kuliah dan terbiasa tinggal di apartemen.
"Iya nanti kan pasti berkembang, karena proyek terus di-upgrade jadi biaya juga terus di-upgrade," ungkapnya.
Nantinya, apartemen ini akan dikelola oleh Frasers Residence sebagai service apartemen, sedangkan satu towernya lagi akan dikelola oleh Regent Residence. Artinya, KG Global melakukan kerja sama dengan kedua perusahaan tersebut. Sayangnya, perusahaan enggan menjelaskan bentuk kerja sama secara detil.
Hingga saat ini, perusahaan telah mengembangkan beberapa proyek seperti The Peak di Sudirman, Senayan City, Emporium Pluit Mall, The City Tower, dan TCC Batavia. Sementara, beberapa proyek yang sedang dalam tahap konstruksi pembangunan antara lain, Capital Square, The LINQ di Kemayoran, dan Six Senses Hotel & Resort di Uluwatu Bali.
"Cuma satu kami tunda karena market belum sampai sana, mixed used juga di Jakarta. Pokoknya ada. Nanti ada waktunya dikasitau," pungkasnya. (ags)