Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 240 poin atau 1,3 persen ke level 18.325. Indeks S&P 500 meningkat 31,32 poin atau naik 1,5 persen menjadi 2.159 setelah turun ke posisi terbesar sejak Inggris meninggalkan Uni Eropa. Demikian pula dengan indeks Nasdaq Composite yang naik 85,98 poin atau naik 1,68 persen menuju 5.211.
Sentimen muncul dari komentar sejumlah pejabat Fed, yang dalam beberapa minggu terakhir memicu spekulasi kenaikan bunga acuan AS pada tahun ini. Sementara Bank Sentral Eropa dan Bank of Japan yang mulai menahan diri untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter turut memicu aksi jual dan kenaikan imbal hasil obligasi pada pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lockhart membantu meredakan kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga pada bulan September sudah dekat," kata Quincy Krosby, strategi pasar di Prudential Financial di Newark, New Jersey.
Brainard mengatakan ia ingin melihat penguatan tren belanja konsumen dan bukti kenaikan inflasi sebelum The Fed menaikkan suku bunga. Menurutnya, perekonomian AS masih tampak rentan terhadap pengaruh pelemahan ekonomi di luar negeri.
Dia mengatakan peningkatan pasar tenaga kerja AS belum cukup kuat untuk menjadi dasar pengetatan moneter.
Brainard tidak memberikan waktu yang tepat untuk mengubah kebijakan moneter tetapi dia menekankan pentingnya pejabat bank sentral berhati-hati dalam mengambil keputusan dalam pertemuan dewan gubernur pada 20-21 September mendatang. (ags)