Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto mengemukakan, pasar saham global kembali dilanda tekanan jual tadi malam. Ia merinci, di kawasan Uni Eropa indeks saham Eurostoxx turun 1,3 persen ke level 2.974,80.
Sementara, indeks Dow Jones dan S&P di Wall Street AS masing-masing anjlok 1,4 persen dan 1,5 persen di 1.8066,75 dan 2.127,02. Salah satu penyebabnya adalah harga komoditas minyak mentah yang turun 3 persen di US$44,90 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, IHSG kembali turun pada perdagangan kemarin ke level 5.215 atau turun 66,35 poin (1,3 persen). Menurut David, koreksi IHSG kemarin terjadi di tengah sentimen positif dari perkembangan ekonomi China menyusul data produksi pabrikan China Agustus lalu naik 6,3 persen secara tahunan, di atas estimasi ekonom yang hanya 6,2 persen dan dari angka bulan sebelumnya 6 persen.
Ia memprediksi perdagangan hari ini rentan akan aksi jual, selain karena pasar saham global yang sedang bergejolak, tetapi turunnya sejumlah harga komoditas juga akan mempengaruhi IHSG hari ini. David memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 5.170 dan resisten 5.250.
Sementara itu, Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada memprediksi IHSG bergerak dalam rentang support 5.185-5.196 dan resisten 5.227-5.238.
"Secara teknikal, IHSG melemah seiring pengujian support kuat kami di level 5.215 sehingga membuat IHSG kembali bergerak melemah untuk kemudian menemukan level support kuat barunya," terang Reza dalam risetnya. (gir)