Kepala BKPM Thomas Lembong menyatakan, mengingat investasi sebagai salah satu pilar ekonomi nasional, maka diperlukan perhatian dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk di sini adalah Kepolisian Republik Indonesia.
Di saat pertumbuhan ekonomi yang tidak menentu, menurutnya investasi langsung (direct investment) merupakan instrumen paling penting yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama peningkatan pendapatan negara maupun Produk Domestik Bruto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, mengacu pada data debottlenecking terkait permasalahan yang difasilitasi, terdapat 95 proyek yang mengalami kendala dalam merealisasikan investasinya, dengan nilai mencapai Rp487 triliun.
Hal itu menurutnya dikarenakan sejumlah proyek lainnya dalam bentuk proyek infrastruktur yang masih memerlukan penanganan tersendiri serta proyek-proyek yang sudah dapat terselesaikan masalahnya ataupun izinnya sudah dicabut.
Thomas menjelaskan, jika ada permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan dalam merealisasikan investasinya, termasuk gangguan keamanan dalam merealisasikan investasi tersebut, maka BKPM akan melakukan koordinasi dan bekerja sama dengan pihak Kepolisian RI untuk mencari solusi.
“Dengan terjalinnya kerja sama dan koordinasi antara BKPM dan Polri yang lebih erat, diharapkan target realisasi investasi PMDN dan PMA Tahun 2016 sebesar Rp594,8 trilliun dan tahun 2017 sebesar Rp631,5 trilliun akan dapat tercapai,” ujar Thomas. (gir/gen)