Direktur Utama Waskita Beton Jason Subana mengatakan, perusahaan menargetkan pendapatan tahun ini dapat mencapai Rp4,9 triliun, dan laba bersih Rp620 miliar. Ia mengaku, Waskita Beton sebelumnya juga menargetkan kontrak baru sebesar Rp7,7 triliun sepanjang tahun 2016.
"Ada sekitar empat kontrak sampai akhir tahun. Nilai kontrak baru per September mendekati Rp 7 triliun dari target Rp 7,6 triliun. Mungkin bisa mencapai Rp8 triliun secara totalnya, itu untuk kontrak pengadaan jalan tol," imbuh Jason, Selasa (20/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jason menjelaskan, Waskita Beton mematok belanja modal sebesar Rp1,1 triliun yang akan digunakan untuk mengakusisi dua pabrik dan menambah dua plant dalam proyek. Ia merinci, sebanyak Rp600 miliar dana capex ini didapat dari hasil IPO.
Waskita Beton resmi melantai di bursa saham dengan melepas 40 persen saham atau sekitar 10,54 miliar saham ke publik melalui IPO. Anak perusahaan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) tersebut memiliki 26,36 miliar saham yang terbagi atas 15,81 miliar saham pendiri dan 10,54 miliar saham yang ditawarkan kepada publik.
Adapun pada perdagangan perdana tercatat, saham Waskita Beton sempat melonjak sampai Rp610 per saham. Waskita Beton membukukan transaksi saham sebanyak 2.080 kali dengan volume 1,95 juta lot dengan nilai transaksi perdagangan saham perdana mencapai Rp114 miliar.
Dalam gelaran IPO tersebut, Waskita Beton telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT BNI Securities Tbk sebagai penjamin emisi efek (joint lead undrrwriter).