Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI mengatakan, uji petik tersebut tidak hanya menguji keakuratan takaran, tapi juga mengevaluasi seluruh pelayanan SPBU, termasuk toilet dan mushola.
“Uji petik ini bertujuan agar publik terlibat dalam pengawasan SPBU yang notabene adalah public services,” ujar Tulus, Kamis (22/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada sentimen ke beberapa SPBU Malaysia yang saya lihat justru tutup karena tidak ada konsumennya atau berkurang," tukas dia.
Johan Taruma Jaya, Kepala Divisi Unit Pelaksana Teknis Metrologi Jakarta, menambahkan upaya pengawasan terhadap SPBU terus dilakukan secara ketat. Badan Metrologi bahkan terus berinovasi melakukan berbagai pengujian untuk SPBU.
“Selain ada tim pengawasan khusus, dan Pertamina secara internal juga mewajibkan SPBU melakukan pengujian setiap hari, bahkan ada pengawas eksternal yang bekerja sama dengan konsultan,” katanya.
Badan Metrologi juga melakukan monitoring satu hingga dua kali dalam setahun. Bahkan tim pengawasan akan diturunkan ke SPBU, apabila ada keraguan karena tiap hari sebenarnya diuji oleh staf SPBU.
"Jika terasa lebih atau kurang jauh, ini harus di tera. SPBU bisa mengontak kami dan mengajukan pemeriksaan, misalkan baru tiga bulan dipakai tapi kami ragu, kami periksa langsung," katanya.
Wianda Pusponegoro, Vice President Corporate Communication Pertamina, saat dikonfirmasi mengatakan takaran BBM di SPBU di bawah pengelolaan perusahaan telah akurat karena melalui prosedur pemeriksaan yang ketat baik oleh internal perusahaan, Badan Metrologi, dan pemeriksa independen. Semua meteran pada dispenser SPBU Pertamina telah ditera oleh Balai Metrologi dan selalu diperiksa akurasinya secara berkala.
Menurut Wianda, di era kompetisi dan kesadaran konsumen seperti ini bukan waktunya Pertamina bermain-main dengan standar takaran yang berlaku. Pertamina justru memastikan dengan berbagai SOP agar terpenuhi berbagai standar takaran maupun volume dan kualitas BBM dengan baik agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,.
“Pertamina terbuka terhadap masukan konsumen dan semua pihak terkait dengan kualitas layanan dan kuantitas ukuran. Bagaimanapun di era persaingan bebas seperti saat ini masyarakat bisa memilih mana yang terbaik sehingga Pertamina dituntut untuk lebih meningkatkan layanannya,” katanya. (gen)