Pasalnya, menurut Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas, secara tidak langsung, para pengguna kartu debit berlogo Visa telah memberikan penerimaan bagi bank asing penerbit Visa dalam setiap transaksi yang dilakukan sebagai bentuk dana pelayanan keuangan.
"Contohnya saat belanja di Matahari dengan debit Visa, uang pembayarannya tak langsung masuk ke Matahari tapi ke Amerika Serikat dulu karena Visa punya mereka," jelas Rohan di Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung, Kamis (22/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, menurut Rohan, holding perbankan sangat dibutuhkan untuk meneruskan gagasan Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) dalam membentuk mekanisme Visa, namun asli buatan Indonesia.
Rohan memastikan, holding perbankan berpotensi menyaingi Bank DBS asal Singapura yang saat ini dikenal sebagai bank nomor satu di Asia.
"Kalau Bank Mandiri bergabung dengan BNI, BRI, dan lainnya maka besarnya hampir mirip dengan DBS, bank terbesar di Asia," ujar Rohan.
"Misalnya beli pupuk, kalau beli sekaligus bisa dapat diskon besar. Jadi, sangat efisien. Daya saing juga akan bertambah," imbuhnya. (gir)