Direktur Utama LPDP, Eko Prasetyo mengungkapkan, setiap tahunnya, alokasi dana beasiswa LPDP terus meningkat. Tahun lalu, realisasi dana beasiswa LPDP hanya sebesar Rp1,4 triliun. Tahun ini, realisasi penyaluran beasiswa diperkirakan bakal mencapai Rp2,3 triliun. Hal itu juga diikuti dengan peningkatan jumlah penerima beasiswa.
“Kami laporkan di tahun 2015 penerima beasiswa yang on-going dan sudah diberikan pendanaan adalah 4.789, di tahun 2016 angka tersebut meningkat hampir dua kali lipat menjadi 8.906 orang penerima beasiswa,” kata Eko dalam rapat panitia kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat di Gedung DPR, Kamis (22/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjut Eko, LPDP juga bekerjasama dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk memberikan beasiswa bagi dosen yang ingin kuliah di dalam maupun di luar negeri.
Sementara, peneriman LPDP yang berasal dari investasi dana abadi masih tak sebanding dengan dana beasiswa yang disalurkan.
Disebutkan Eko, rata-rata penerimaan LPDP pada 2015 di atas Rp1 triliun. Di 2016, penerimaan ditargetkan sebesar Rp1,3 triliun dan di tahun 2017 sebesar Rp1,5 triliun.
“Pada tahun 2016, realisasi penyalurannya melebihi dibandingkan pendapatan yang diperoleh. Kemudian pada tahun 2017 diperkirakan pendapatan yang diperoleh Rp1,5 triliun sementara belanjanya Rp3 triliun,” jelas Eko.
Sebagai informasi, dana abadi LPDP berasal dari Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) yang disuntikkan pemerintah setiap tahunnya. Eko menyebutkan, saat ini dana abadi LPDP telah mencapai Rp15,6 triliun.
“Di tahun 2016, ada alokasi (DPPN) sebesar Rp5 triliun. Namun hingga saat ini belum dicairkan. Kemudian, di tahun 2017 kami mengusulkan Rp2,5 triliun,” ujarnya (gir/gen)