"Setelah Bank Mandiri, kami juga akan terbitkan EBA-SP dengan BTN jumlahnya Rp1 triliun," kata Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, di Semarang, Jumat (23/9).
Dia mengatakan sekuritisasi tagihan-tagihan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN sedang dalam proses dan ditargetkan penyelesaian transaksi pada Oktober 2016. Sebelumnya, perusahaan pembiayaan sekunder KPR itu juga telah menerbitkan EBA-SP Bank Mandiri senilai Rp500 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ananta mengatakan dengan kontrak sekuritisasi baru tersebut, perseroan optimistis tahun ini mampu mencetak sekuritisasi mencapai Rp2 triliun. Sejak 2009 hingga Agustus 2016, SMF telah memfasilitasi 9 kali transaksi sekuritisasi dengan total penerbitan Rp6,1 triliun.
Penyaluran pembiayaan SMF paling besar dilakukan melalui BTN senilai Rp13,1 triliun dan Bank Muamalat sebesar Rp3 triliun.
Perseroan hingga kuartal III-2016 telah mencatatkan laba bersih sebesar Rp165,47 miliar atau telah mencapai 70 persen dari target pencapaian laba tahun ini. (wis)