Kemarin, Selasa (27/9), Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan melelang empat seri obligasi negara dengan beragam tenor, yakni seri SPN12170608 (10 bulan); seri FR0061 (enam tahun); seri FR0059 (11 tahun); dan seri FR0072 (20 tahun).
Dalam lelang tersebut, total penawaran yang masuk mencapai Rp19,73 triliun. Namun, pemerintah tidak menyerap seluruhnya, hanya Rp14 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah sukses dalam lelang kemarin, DJPPR menganggendakan lelang surat utang berikutnya pada Selasa pekan depan (4/10). Obligasi berikutnya yang akan dilelang adalah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara dengan empat varian tenor.
Selanjutnya adalah sukuk berbasis proyek PBS013 (tiga tahun); PBS014 (lima tahun); PBS012 (15 tahun), yang masing-masing menggunakan proyek atau kegiatan di APBNP 2016 sebagai underlying asset-nya.
Dari lelang empat seri sukuk tersebut, pemerintah menargetkan pembiayaan sebesar Rp3 triliun. (ags)