Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto mengemukakan, bursa saham global tadi malam bergerak bervariasi, di mana indeks saham di zona Euro Eurostoxx masih terkoreksi 0,17 persen di level 2.970,84. Hal ini didorong oleh berlanjutnya kekhawatiran kinerja perbankan di kawasan tersebut yang membuat saham Deutsche Bank AG terkoreksi hingga ke level terendahnya.
Sementara, di Wall Street, indeks saham utama berhasil bangkit (rebound) setelah pada dua hari perdagangan sebelumnya tertekan. Kemudian, indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,7 persen dan 0,6 persen di 1.8228,30 dan 2.159,93.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kondisi ini, David memprediksi, laju IHSG dapat bergerak positif dengan level support 5.375 dan resisten akan kembali menguji 5.470. Rendahnya resiko pasar saham global turut menopang laju IHSG, selain dari masih berimbasnya penguatan rupiah atas dolar AS kemarin.
Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya memprediksi, IHSG bergerak dalam rentang support 5.336 dan resisten 5.461. Ia bilang, pola pergerakan IHSG masih terlihat berada dalam fase konsolidasi.
"Target resisten yang perlu ditembus adalah 5.461 dan perlu bertahan di atas level tersebut untuk menggeser rentang konsolidasi ke arah yang lebih tinggi, sedangkan support teruji 5.336 terlihat cukup kuat menahan tekanan dalam pergerakan IHSG," pungkasnya. (bir)