Direktur AKR Corporindo Vembu Suresh mengatakan, nilai dari lahan 40 ha tersebut sebesar Rp700 miliar-Rp800 miliar. Ia optimistis, target tersebut dapat direalisasikan karena didukung keputusan pemerintah yang menyatakan kawasan JIIPE sebagai kawasan industri strategis.
Pernyataan tesebut diyakini akan mendorong perusahaan lain untuk bergabung di kawasan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berbisnis kawasan industri, mayoritas pendapatan perseroan masih dari penjualan bahan bakar minyak (BBM). Secara keseluruhan, bisnis BBM masih berkontribusi 70 persen terhadap kinerja perusahaan.
Makanya, untuk mendongkrak pendapatan, AKR menargetkan membangun 20 unit pompa bensin lagi hingga akhir tahun. Saat ini, perseroan telah memiliki 129 unit pompa bensin tersebar di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, sebanyak 30-35 unit pompa bensin sudah menjual produk BBM AKRA 92.
Sebagai informasi, pada awal tahun ini, harga minyak masih berada pada kisaran US$30 per barel. Sementara, saat ini, harganya menyentuh angka US$50 per barel. "70 persen profit perseroan dari BBM ya. Tentunya semester II kami harapkan lebih baik dari semester 1," katanya.
AKR membukukan penurunan pendapatan sebesar 28,33 persen pada semester I 2016 menjadi Rp7,36 triliun ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp10,2 triliun. Laba bersihnya juga turun tipis 3,25 persen menjadi Rp585 miliar. Perlambatan pertumbuhan kinerja keuangan ini diakibatkan harga jual BBM yang turun.