Keenam bank tersebut, yaitu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ (BTMU) Indonesia, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), Bank Pembangunan Daerah Sumsel-Babel, dan PT Bank Jabar Banten Tbk (BJB).
Dalam sindikasi tersebut, BNI menyatakan dukungannya melalui pemberian kredit senilai Rp1,99 triliun, dan BTMU Rp 750 miliar. Sementara, SMI, BRI, BJB masing-masing Rp500 miliar, serta Bank Sumsel-Babel sebesar Rp 350 miliar. Rata-rata tenor yang ditawarkan, yakni tiga tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara keseluruhan, total nilai kontrak proyek pembangunan LRT perdana di Palembang itu sebesar Rp 12,59 triliun.
"Penugasan ini sesuai dengan amanah pemerintah kepada Waskita selaku kontraktor LRT. Diharapkan, pembangunan ini bisa meningkatkan pelayanan transportasi dalam mendukung pembangunan di Sumatra Selatan, serta mendukung pelaksanaan Asian Games Tahun 2018," ujar Choliq, Jumat (30/9).
Menurut dia, proyek LRT bisa dirasakan tidak hanya untuk jangka pendek saja, melainkan juga dalam jangka panjang. LRT diharapkan mampu mempermudah mobilisasi masyarakat Palembang dan sekitarnya.
"Pembiayaan proyek LRT di Palembang ini menunjukkan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur terus berlangsung, dan lembaga-lembaga keuangan memberikan dukungan penuh pada seluruh upaya untuk merealisasikan proyek infrastruktur penting tersebut," pungkasnya.