Hal itu terlihat dari sempat terganggunya jaringan amnesti pajak yang dikelola Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, beberapa hari lalu.
"Saking banyaknya yang membayar, men-declare sampai server-nya hang. Jadi kami sempat tidak bisa mengetahui berapa secara real time," kata Pramono di Kantor Presiden, Jumat (30/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai pukul 19.21 WIB, dashboard amnesti pajak mencatat jumlah uang tebusan yang disetorkan 351.473 wajib pajak (WP) mencapai Rp87,4 triliun dari target pemerintah Rp165 triliun.
Namun, jumlah uang yang direpatriasi WP masih lumayan jauh dari harapan. Dengan mematok target Rp1.000 triliun sementara jumlah uang yang kembali ke Indonesia baru sebesar Rp135 triliun, maka realisasinya baru sebesar 13,5 persen dari target.
Rayuan Jokowi
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengklaim, keberhasilan pemerintah meraup banyak uang tebusan pada periode ini dikarenakan Presiden Joko Widodo turun tangan langsung membujuk masyarakat mengikuti amnesti pajak. Hal itu meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
Selain itu, keberhasilan juga dikarenakan kerja sama solid antara Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak.
Dia juga meyakini periode dua amnesti pajak berjalan baik meski tarif tebusan meningkat.
Pemerintah masih melayani setoran dan pendeklarasian harta WP untuk bisa mendapat pengampunan pajak sampai pukul 00.00 WIB malam ini. Seluruh kantor pelayanan pajak diminta untuk tetap melayani para WP sampai tidak ada lagi yang meminta nomor antrian.
Sementara itu, seluruh bank persepsi diminta untuk tetap buka sampai pukul 21.00 WIB guna melayani setoran uang tebusan. (gen)