Pelaksana Tugas (Plt) Menteri ESDM tersebut berharap, kedua proyek infrastruktur bisa berlanjut seiring dengan derasnya dana tebusan dan repatriasi dari hasil pengampunan pajak (tax amnesty).
"Jadi, kunjungan saya ke Jepang untuk mencari infrastruktur yang bisa dibiayai dengan uang hasil tax amnesty. Kami mau tidak hanya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang masuk, tapi kami juga ingin adanya peran dari private sector," ujar Luhut di Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Selasa (4/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karenanya, selama di Jepang, ia akan menemui Perdana Menteri dan menteri terkait infrastruktrur setempat. Selain membicarakan kedua proyek itu, ia juga akan mendiskusikan proyek lain yang sekiranya dapat dimanfaatkan dengan dana hasil tax amnesty.
Menurut data Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, jumlah dana tebusan pengampunan pajak mencapai Rp97,2 triliun per akhir September 2016. Adapun, nilai harta yang dideklarasikan mencapai Rp4.500 triliun. (bir)