"Insya Allah Pertamina siap dari sisi operasional maupun pendanaan untuk mengakuisisi aset geothermal milik Chevron," kata Syamsu Alam, Direktur Hulu Pertamina, Selasa (4/10).
Menurut Syamsu, jika Pertamina yang mendapat area panas bumi yang akan dilepas Chevron, pengelolaan akan diserahkan ke anak usaha perseroan yang di sektor panas bumi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Operasi Darajat memasok uap panas bumi ke pembangkit yang mampu menghasilkan listrik berkapasitas 270 Megawatt (MW). Sementara operasi Salak, salah satu operasi panas bumi terbesar di dunia, memasok uap ke enam unit pembangkit listrik yang tiga di antaranya merupakan milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dengan total kapasitas operasi mencapai 377 MW.
Pemerintah sendiri merekomendasikan kepada Chevron Indonesia Company memprioritaskan BUMN untuk mengelola aset panas bumi Chevron di Darajat dan Salak.
“Kami tandaskan ke Chevron, apabila hanya sedikit selisihnya, mungkin bisa diberikan ke BUMN. Pada prinsipnya, statement pemerintah kepada Chevron, pada saat ter-deliver alih perusahaan ke yang baru itu kualitasnya minimal sama,” kata Yunus Saefulhak, Direktur Panas Bumi Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Menurut Yunus, dari sekitar 44 penawaran yang berminat terhadap aset panas bumi Chevron yang akan dilepas, ada beberapa perusahaan yang serius. Di antaranya Pertamina, PT PLN (Persero), PT Medco Power Indonesia, Mitsui and Co Ltd, Marubeni Corporation, dan PT Star Energy.
“Mungkin akan terus bertambah lagi perusahaan yang serius terhadap aset Chevron itu. Tapi ini belum keluar angka, yang jelas mereka sungguh-sungguh,” katanya.
“Mungkin mereka (Chevron) cari penawaran yang lebih tinggi. Mereka tentu ingin mendapatkan harga yang terbaik,” katanya.
Dia berharap pengalihan aset panas bumi yang saat ini dikelola Chevron tidak menimbulkan kegaduhan, mulai dari masalah tenaga kerja hingga keberlangsungan operasionalnya. Itu sebabnya Chevron memberikan persyaratan cukup ketat.