"Saya kemarin hitung-hitungan, kira-kira US$5-6 per MMBTU. Syukur di bawah itu," kata Jokowi di Kantor Presiden, Selasa (4/10).
Ia mengatakan, harga gas di Indonesia tergolong tinggi, yakni US$ 9,5 per MMBTU. Di beberapa daerah di Indonesia bahkan mencapai US$11-US$12 per MMBTU.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, perbedaan harga itu tidak sesuai dengan keadaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia kini.
Karenanya, Jokowi memerintahkan jajaran menteri terkait membenahi hal tersebut, mulai dari penyederhanaan dan pemangkasan rantai pasok sampai menjaga kalkulasi yang benar dalam iklim investasi di sektor gas bumi.
Penurunan harga gas dapat membuat Indonesia menarik investor berinvestasi di sektor hulu, mendukung pembangunan infrastruktur, dan mampu bersaing dengan negara lain.
"Implikasinya sangat besar untuk kemampuan daya saing industri, terutama industri keramik, tekstil, petrokimia, pupuk, dan baja," pungkasnya. (bir)